Minggu, 19 Mei 2013

Emansipasi atau Kesetaraan Gender

Diakui atau tidak pada saat ini peranan wanita sangatlah besar dalam berbagai bidang. Baik dalam peran pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, bahkan peranan wanita telah kita rasakan diranah publik, seperti contohnya politik. Dan itu artinya wanita dapat memajukan bangsa dan negara melalui SDM yang dimiliki oleh wanita Indonesia.
Dipelopori oleh sang pioner emansipasi wanita, Raden Ajeng Kartini yang melegenda dengan kutipan bukunya “ Habislah gelap terbitlah terang” munculah istilah emansipasi wanita.  Berkat jasa beliau, diera globalisasi ini peran wanita bukanlah suatu hal yang tabu untuk melakukan aktivitas yang diluar perkiraan wanita ,namun masih dalam batas-batas yang wajib diperhatikan. Sebelum membahas lebih jauh antara emansipasi dan kesetaraan gender, mari kita lihat maksud dan arti dari keduanya.
Emansipasi  artinya memberikan hak yang sepatutnya diberikan kepada orang atau sekumpulan orang di mana hak tersebut sebelumnya dirampas atau diabaikan dari mereka. Dimana refleksi emansipasi yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini adalah untuk membawa perubahan besar kepada perempuan Indonesia, yaitu perjuangan menuntut hak pendidikan bagi perempuan. Karena kita ketahui bahwa di  zaman dahulu, pendidikan bagi perempuan ataupun kaum pribumi adalah hal yang sangat tabu dan sangat susah untuk dicapai.
Sedangkan  kesetaraan gender adalah suatu keadaan setara dimana antara pria dan wanita dalam hak ( hukum ) dan kondisi  ( kualitas hidup ) adalah sama. Gender adalah pembedaan peran, atribut, sifat, sikap dan perilaku yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Dan peran gender terbagi menjadi peran produktif, peran reproduksi serta peran sosial kemasyarakatan.
Dari arti diatas sudah terlihat jelas perbedaan keduanya, namun seringkali orang-orang mengartikannya sama. Lalu bagaimanakah kesetaraan gender di dalam islam? Benarkah islam menyebutkan adanya kesetaraan gender antara wanita dan pria?
Islam memandang laki-laki dan wanita dalam posisi yang sama, tanpa ada perbedaan. Namun yang perlu digarisbawahi adalah kodrat sebagai wanita dan laki-laki. pandangan Islam Islam memandang keadilan antara laki-laki dan wanita, bukan kesetaraan. Konsep kesetaraan bertolak belakang dengan prinsip keadilan. Karena adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. Sementara kesamaan adalah menyetarakan antara 2  hal tanpa adanya perbedaan.
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya dengan cara yang ma’ruf” (Qur’an Surah Al Baqarah:228) 
Sesungguhnya emansipasi  yang sebenarnya  adalah bentuk pemberian hak kepada wanita untuk mengembangkan diri dan kemahiran profesional agar bisa bergandeng bahu dengan lelaki dalam pembangunan negara. Tidak ada maksud negatif yang tersembunyi di sebalik gerakan emansipasi. Jikapun ada, itu kembali ke niat orang atau kumpulan yang memperjuangkannya dan apa latar belakang yang memotivasinya.
Kesetaraan gender dengan emansipasi adalah 2 hal yang berbeda arti. Kesetaraan gender adalah persamaan kodrat atau persamaan gender dari wanita dan laki-laki. Jika kita lihat dari fisik, seorang wanita dan laki-laki jelas sangat berbeda. Secara psikologis menyebutkan adanya perbedaan antara wanita yang 90% menggunakan perasaan dan sisanya adalah logika dan sangat berbanding terbalik dengan laki-laki yang 90% menggunakan logika dan sisanya adalah perasaan. Bagaimana bisa kita menyamakan fakta-fakta tersebut? Makna dari emansipasi mungkin sudah keluar dari zona artian yang sebenarnya sehingga banyak orang menyebutkannya emansipasi adalah kesetaraan gender. Namun dalam hal ini sangat berbeda.

Emansipasi wanita adalah memperjuangkan hak wanita yang masih dalam kode etik wanita menghormati laki-laki.

Istilah Emansipasi Wanita pada prinsipnya memberikan seluruh hak dasar manusia (Human Rights) kepada Wanita, misalnya hak berbicara, hak hidup, dan lain sebagainya. Namun wanita diharuskan berada pada kodrat yang telah ditentukan untuknya. Inilah yang diajarkan oleh Kartini. Hubungannya adalah emansipasi merupakan tindak lanjut dari gagasan kesetaraan gender dalam bentuk tindakan nyata seorang wanita dalam kehidupannya.
Alangkah lebih bijaksananya jika kita mengartikan dan memaknai emansipasi wanita sebagai salah satu bentuk kerjasama antara laki-laki dan wanita dalam menjalankan kehidupan. Sebagai seorang partner, tentu saja mempunyai kedudukan sama tinggi dan mempunyai hak yang sama tanpa adanya perbedaan yang memandang keduanya sebagaimana firman Allah swt. “orang-orang beriman bagi pria dan wanita saling menjadi auliya antara satu sama lain” (Qur’an Surah AT Taubah:7).



Antara Pragmatisme dan Idealisme?

Fenomena pindah partai biasanya hinggap menjelang selebrasi pemilihan. Hampir setiap politisi yang pindah partai biasanya menggunakan alasan, ’sudah tak sejalan dengan partai dulu’. Namun apa benar itu berasal dari hati sanubari mereka yang terdalam? tentu kita tidak tahu, hanya mereka dan Tuhan yang tahu.
Kenapa Jelang Pemilihan ?
Hari ini, tentu sangat wajar jika publik menaruh curiga kepada para politisi yang pindah partai. Terlepas pindah partai karena inisiatif sendiri, atau terpaksa karena mereka ditendang oleh partai lama. Orang bilang, untuk mencari masa depan yang lebih cerah. Demikian adanya opini yang beredar dan tentu mungkin ada benarnya juga. Opini tersebut tidak sekedar asal bunyi, masyarakat banyak belajar dari pengalaman yang sudah dilewati. Toh, pemilihan bukan hanya di tingkat nasional saja, tapi mulai dari pilkades, pilbup/pilwalkot dan pilgub, rakyat kita ikuti dengan penuh khidmat.
Saya ambil contoh di Jawa Barat. Karena saya tinggal di sana, jadi cukup punya banyak masukan. Contoh yang paling populer yaitu kepindahan Dede Yusuf dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke Partai Demokrat. Awalnya, publik mendengar bahwa alasan Dede Yusuf pindah partai karena visi yang tidak sejalan. Namukemudian, selang berapa waktu kemudian, Kang Dede malah dicalonkan oleh partai barunya tersebut. Iwan Sulandjana, ketua DPD Partai Demokrat Jabar pun seakan meradang, alih-alih sudah ngiklan dimana-mana tapi apa boleh buat, disalip oleh ‘anak kemarin sore‘. Kang Dede memang elektabilitasnya cukup bagus di Jabar, sehingga DPP pun cukup yakin mengusungnya jadi Jabar-1 mendampingi Lex Laksamana.So, pindah partai ala Dede Yusuf ternyata mengantarkan dirinya menjadi cagub partai barunya. Sesuatu yang mendapat ‘dua jempol’ dari berbagai pihak.
Lain lagi ceritanya dengan Dada Rosada, Walikota Bandung sekarang. Kepindahan dirinya dari Partai Golkar ke Partai Demokrat karena kekalahannya dengan MS. Irianto alias Kang Yance waktu Musda PG terakhir. Tak ingin ada dua bintang, Dada Rosada yang sudah digadang2 forum komunikasi ormas Islam se-Bandung menjadi calon Gunernur akhirnya pindah ke Partai Demokrat. Namun apa daya, di partai barunya, ternyata Kang Dada tidak bisa menyaingi kepopuleran Dede Yusuf. Sayang seribu sayang, pindah partai pun tak berujung sukses. Dada Rosada mungkin akan pensiun atau kalau masih siap, bertarung di Pilgub 2018.
Karena Dipecat
Tak Jarang pindah partai pun disebabkan karena dipecat oleh partai sendiri. Kasus di Sumedang misalnya, Sekretaris DPC PPP Sumedang dipecat karena nekad nyalon sebagai wakil bupati bersama calon partai lainnya. DI Kabupaten Bandung Barat juga terjadi hal serupa, wakil ketua DPRD KBB asal Partai Golkar yaitu Tatang Gunawan dipecat partai karena mencoba-coba mendaftar sebagai calon wakil bupati incumbent. Namun dewi fortuna mungkin tak menghampiri, incumbent malah memilih orang lain, dan dirinya pun tak terpilih. Habis jatuh terkena tangga, demikian ungkapan yang tepat untuk kang Tagun. Jadi calon tak jadi, dipecat partai pun jadi pilihan pasti. So, akhirnya pindah partai solusi terbaik.
Infiltrasi ?
Namanya politik apapun bisa terjadi. Bisa jadi titah sang ketua kepada bawahan untuk melakukan infiltrasi menjadi salah satu cara terbaik untuk memenangkan pertarungan di jagad demokrasi ini. Tidak hanya zaman Orba, orang-orang Golkar disusupkan ke PPP atau PDI. Sejak zaman Masyumi pun demikian. Atau malah eranya Ikhwanul Muslimin di Mesir pun demikian. Banyak partai atau organisasi hancur karena kerjaan ‘orang bayaran’ ini. Waktu pileg 2009 kemarin, media menyebut Soeripto sebagai alumni SI Merah yang sengaja disusupkan ke PKS. Namun kita tak tahu faktanya seperti apa, toh Soeripto dan PKS-nya pun adem-adem saja. Malah elmu intelijen Soeripto banyak dipakai oleh PKS. Jadi tak heran, mereka lebih faham apa yang disebut konspirasi. Toh Soeripto adalah salah satu orang yang mumpuni di bidang ini.
Bukan maksud untuk menuduh, Partai Golkar punya rekam jejak yang bagus dalam urusan susup menyusupi. Para kader mereka kini tersebar di berbagai partai politik. Partai sekarang yang berkuasa pun tak terkecuali banyak yang dihinggapi oleh eks kader mereka. Pindah partai bisa jadi untuk mengumpulkan data partai lain yang digunakan untuk kepentingan partai yang diyakini memberikan keuntungan yang lebih untuknya.
Harta, Tahta dan Wanita
Pindah partai untuk masa depan yang lebih cerah. Demikian tagline yang mostly orang Indonesia yakini. Silahkan para politisi berbusa-busa menyampaikan alasan kepindahannya, tapi toh itu tak membuat masyarakat kita mudah percaya. Apapun itu, mereka tak akan pindah kalau urusan politik ke depannya tidaklah pasti.
Yang menjadi hangat adalah apakah ada faktor ‘Wanita’ disini. Seakan tidak mau kalah dengan kasus gratifikasi perempuan yang diselidiki KPK, kepindahan seorang politisi pun bisa jadi karena ada sesuatu ayang menjadi tawaran menarik. Masih ingat dulu, pernah membaca sebuah majalah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) disebutkan bahwa kenapa Soekarno mengijinkan Faham Nasakom beredar di Indonesia? Disebutkan dalam majalah tersebut bahwa, dalam sebuah lawatan Soekarno ke Moskow, dia ditawari seorang perempuan Rusia yang sangat cantik jelita. Soekarno pun terperangkap rayuan. Video mereka di pegang oleh intel Soviet. Soekarno diberi pilihan, apakah mau videonya tersebar atau mengijinkan faham komunis masuk Indonesia. Alhasil, komunis pun bisa melanggeng ke Indonesia dengan perlindungan Soekarno. Begitulah politik, wanita kadang menjadi amunisi yang dahsyat untuk meruntuhkan kewibawaan seseorang. Dan tak mustahil, hal itu pun menjadi alasan kepindahan para politisi.
Idealism No 1
Harus diakui, masih ada para politisi yang menjadikan idealisme bernegara menjadi salah satu alasan kenapa mereka pindah partai. Kepindahan beberapa partai Nasdem dianggap karena Surya Paloh ternya menginginkan Nasdem berada di tangan dan kakinya sendiri. Ibarat kerajaan, Surya Paloh ternyata ketahuan memiliki sifat diktator dalam urusan berorganisasi. Bisa jadi, dalam urusan ini, eks kader partai Nasdem yang pindah karena benar-benar sudah tak tahan dengan kekacauan partainya tersebut.
Beda dengan Nasdem, ada juga ternyata beberapa politisi yang ‘gagal’ bertarung memilih untuk hidup di jalur lain. Dalam kasus langka ternyata ada juga eks parpol yang msuk ke Hizbut Tahrir. Keduanya sama-sama Partai (Hizb) tapi beda jalur. Tapi toh ada ternyata mantan politisi yang seperti itu.
Penutup
Pindah partai bukan sesuatu yang tabu bagi masyarakat Indonesia yang kenyang akan kehidupan politiknya. Pindah partai masih berkonotasi ‘negatif’ karena seringkali para aktornya membawa pesan-pesan pragmatis bukan untuk kepentingan masyarakat pada umumnya. Dan terakhir, berapapun politisi yang loncat partai, tidak akan berpengaruh pada kualitas kehidupan masyarakat apabila mereka tidak membawa perubahan dalam parati barunya, atau sekedar menjadi kacung penguasa **



Sarinah memiliki arti penting bagi hidup Sukarno. Sebab, Sarinah-lah yang mengajarkan Sukarno untuk cinta kepada rakyat, sehingga rakyat pun akan mencintainya, seperti salah satu perempuan dalam foto ilustrasi di atas. Sarinah adalah sosok perempuan paruh baya yang mengisi hidup Sukarno kecil. Ia menjadi bagian dari keluarga Sukarno. Ia tidak kawin. Ia tinggal, makan, dan bekerja di rumah keluarga Bung Karno. Sekalipun begitu, Sarinah tidak membayar, tidak pula mendapatkan upah.
Sarinah adalah perempuan desa yang mengajari Sukarno mengenal cinta-kasih. Sarinah mengajari Sukarno untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata. Ajaran-ajaran itu bergulir setiap pagi, bersamaan Sarinah memasak di gubuk kecil yang berfungsi sebagai dapur, di dekat rumah. Sukarno selalu duduk di samping Sarinah. Pada saat-saat seperti itulah Sarinah berpidato, “Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya.”
Pidato itu yang dicekokkan Sarinah setiap pagi. Pidato Sarinah itulah yang mengisi otak dan hati Sukarno, sebelum sesuap makanan pun mengisi perutnya. Dalam biografi yang ditulis Cindy Adams, Bung Karno hanya menyebutkan, bahwa saat masih kecil, ia sering tidur seranjang dengan Sarinah. “(Namun) ketika aku sudah mulai besar, Sarinah sudah tidak ada lagi.” (roso daras)
Forum Diskusi GMNI

Sekilas Tentang Marhaenisme Ajaran Soekarno
Mendalami Marhaenisme Ajaran Soekarno

Marhaenisme merupakan ideologi perjuangan yang dicetuskan Soekarno diperuntukan bagi golongan masyarakat Indonesia yang tereksploitasi sistem kolonialisme, imperialisme, feodalisme dan kapitalisme. Memahami marhaenisme setidaknya mengandung dua syarat penting , memahami tentang situasi dan kondisi Indonesia serta marxisme.


Dua hal ini absolut, karena menafsirkan marhaenisme tanpa disertai pemahaman terhadap marxisme tidak akan memperoleh analisis tajam untuk membedah persoalan sosial---- kontradiksi-kontradiksinya.. Pada akhirnya muncul alasan yang kuat namun senada. Marhaenism is het in Indonesia toegepaste marxism, marhaenisme adalah marxisme Indonesia.

Marxisme mengandung dua hal yang berbeda; filsafat materialisme dan historis materialisme. Filsafat materialisme ummnya digunakan kaum marxist-komunis. Soekarno menilai filsafat materialisme yang atheis tidak sesuai dengan kehidupan Indonesia.

Marhaenisme menggunakan historis-materialisme sebagai metode berpikir untuk menganalisa kehidupan sosial di Indonesia. Historis-materialisme bukan merupakan ajaran atau ideologi tetapi semata-mata teori sosial yang dipakai sebagai pisau analisa.
Dengan menggunakan historis-materialisme, Bung Karno menemukan bahwa rakyat Indonesia yang sebagian besar petani kecil, hidup menderita dibawah sistem yang mengungkungnya ---- yang disebutnya golongan marhaen : kolonialisme/ imperialisme asing , anak atau produk kapitalisme, serta feodalisme bangsa Indonesia sendiri.

Akibat dari penindasan dan pemerasan dari sistem tersebut rakyat Indonesia tidak mampu mewujudkan tuntutan budi nuraninya. Berangkat dari pemikiran itu serta refleksi untuk melakukan pembelaan terhadap rakyat tertindas lahirlah ideologi marhaenisme, dengan cita-cita membangun masyarakat adil-makmur dan beradab, zonder exploitation d’l home par’l home, exploitation d’l nation par’l nation.

Marhaenisme lahir dari kebutuhan hidup manusia yang paling substansial dan bersifat universal, tuntutan budi nurani manusia yang menghendaki terwujudnya kesejahteraan hidup manusia melalui harmonisasi kemerdekaan individu dan keadilan sosial. Tafsiran marhaenisme disebut sosio nasionalisme-sosio demokrasi : nasionalisme kaum marhaen adalah nasionalisme yang berkeadilan sosial dan demokrasinya kaum marhaen adalah demokrasi berkeadilan sosial.

Sosio nasionalisme bertujuan memperbaiki kondisi sosial Indonesia masyarakat sehingga tidak ada kaum yang tertindas oleh sistem karena bertujuan untuk kebebasan politik dan kesejahteraan ekonomi, nasionalisme berperikemanusiaan. Sosio nasionalisme tidak sama dengan nasionalisme berpandangan sempit, chauvinisme jingoisme, intoleran atau xeno phobia. Sosio nasionalisme bukan nasionalisme yang hanya berorientasi pada internasionalisme minded , tanpa memperhatikan harga diri atau identitas nasional atau xeno mania.

Bagi marhaenisme, internasionalisme harus disertai nasionalisme atau patriotisme. Sosio demokrasi meliputi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Demokrasi politik hanya akan melahirkan political power centris yang menyuburkan aliran yang berpedoman pada adagium “ The survival of the fittest “, dalil sosial Darwinisme.

Sosio demokrasi lahir daripada sosio nasionalisme, tidak berwatak liberalisme
Yang menjurus kepada free fight competition. Demokrasi politik dan demokrasi ekonomi sejajar dengan marhaenisme. marhaenisme melahirkan :sosio nasionalisme menjadi nasionalisme, perikemanusiaan serta sosio demokrasi menjadi demokrasi, kedaulatan politik dan keadilan sosial.

Pengertian marhaen yang menjadi ikon golongan masyarakat miskin, hasil dari perjumpaan antara Soekarno dengan petani Bandung mencakup tiga unsur : kaum proletar Indonesia atau disebut kaum buruh., kaum tani melarat Indonesia, dan kaum masyarakat melarat Indonesia yang lain . Marhaen adalah simbolisasi dari lapisan masyarakat Indonesia pada saat itu, seorang petani kecil memiliki alat produksi, bekerja dengan seluruh waktunya, tetapi dimiskinkan oleh sistem.
Istilah marhaenis ditujukan pada kaum yang mengorganisir berjuta-juta kaum marhaen dan yang bersama-sama dengan tenaga massa marhaen yang hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imperialisme serta kolonialisme, membanting tulang untuk membangun negara dan masyarakat yang kuat, bahagia-sentosa, serta adil dan makmur.


Rumusan marhaenisme secara tegas dapat dilihat dalam pidato Soekarno, keputusan konfrensi Partindo tahun 1933 yakni marhaenisme adalah sosio nasionalisme,sosio demokrasi. Marhaen adalah kaum proletar Indonesia, kaum tani Indonesia yang melarat, kaum melarat Indonesia yang lain-lain. Digunakannya terminologi marhaen bukan proletar karena sudah termaktub dalam istilah marhaen dan dalam perjuangan kaum melarat menjadi elementer.
Dalam perjuangan kaum marhaen, proletar berperan besar. Marhaenisme ; asas yang menghendaki susunan masyarakat & negeri yang menyelamatkan marhaen. Marhaenisme adalah suatu cara perjuangan yang revolusioner. Marhaenisme adalah ; cara perjuangan dan asas yang menghendaki hilangnya kapitalisme-imperialisme. Marhaenis adalah tiap-tiap orang Indonesia, yang menjalankan marhaenisme.

Marhaenisme adalah sublimasi daripada Manifesto Komunis dan Declaration Of Independence. Dari Manifesto Komunis diambil yang baik dan bermanfaat bagi perkembangan umat manusia, begitu pula dengan Declaration Of Independence. Oleh karena itu konsepsi marhaenisme memadukan kebebasan manusia dan solidaritas sosial yang berdasarkan pada nilai-nilai manusia dan kemanusiaan.

Marhaenisme menekankan pentingnya pendidikan terhadap massa marhaen tidak seperti The Third Way yang bukan antitesa kapitalisme, lebih mempersiapkan kelas pekerja menghadapi pasar bebas. Marhaenisme lahir sebagai antitesa kapitalisme-imperialisme negara-negara maju terhadap negara-negara dunia ketiga. Inti dari marhaenisme untuk mengganti kapitalisme dengan segala metamorfosanya sehingga tergolong kiri yang berpijak pada nilai-nilainya sendiri bukan hasil revisi atau hasil damai antara kiri dan kanan. Sekali lagi marhaenisme adalah marxisme yang diterapkan sesuai dengan situasi-kondisi Indonesia.
.com/
beliau berkata :


Pertama
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa dan meneruskan perjuangan para pahlawannya. ” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961).

Ke-2
“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno).


Ke-3
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno).

Ke-4
“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali“. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno).

Ke-5
“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno).

Ke-6
“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno).

Ke-7
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno).

Ke-8
“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno).

Ke-9
“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” (Bung Karno).

Ke-10
"Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno).

11
“Apabila dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun” (Bung Karno)

12
Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan milik sesuatu suku, bukan milik sesuatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke! (Bung Karno)


13
Kekeluargaan adalah suatu faham yang statis, tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe.
( Bung Karno)
Mutiara di Dalam Kotak
Dari mana keresahan soal peran perempuan ini muncul dalam benak sang proklamator? Alkisah, Bung Karno kerap bertamu ke rumah penduduk tanpa ‘woro-woro‘ (pemberitahuan). Seringkali hanya tuan rumah lah yang menerima kunjungan Sukarno, sementara nyonya rumah tak ikut mendampingi. Kalau toh ditanya soal ini, tuan rumah kerap berdalih, ..sayang seribu sayang, ia kebetulan tidak ada di rumah. Menengok bibinya yang sedang sakit (h.7).
Kejadian serupa itu dialami Bung Karno beberapa kali, hingga suatu saat ia menangkap bayangan seorang perempuan dari balik tabir yang tergantung di pintu pemilik rumah. Sejak saat itu, benak sang proklamator dihantui ketakutan, ..bilakah semua Sarinah-Sarinah mendapat kemerdekaan? Meski kemudian ia mempertanyakan kembali pertanyaannya itu, ..tetapi, kemerdekaan yang bagaimana? Kemerdekaan a la Kartini? Kemerdekaan a la Chalidah Hanum? Kemerdekaan a la Kollontay? (h.9).
Sampai di sini para pembaca mungkin bertanya, dari mana sang proklamator punya pemahaman soal beragam ‘versi’ kemerdekaan perempuan? Di bagian-bagian berikutnya,  Sarinah memaparkan wawasan Sukarno yang teramat luas dan mendalam sebagai bahan argumen tingkat ‘tinggi’ dalam meyakinkan perlunya peran perempuan dalam ‘perjuangan’ (yang belakangan hari dibahasakan sebagai ‘pembangunan’) negara.
Tanpa ragu Sukarno memberikan ilustrasi adanya perlakuan kurang manusiawi pada para perempuan yang dilakukan dengan sadar atau tanpa sadar oleh para lelaki yang berada di lingkungan terdekat para perempuan itu sendiri. Sebut saja, teman Bung Karno di Bengkulu yang berprofesi sebagai guru namun tak mengizinkan sang istri keluar rumah dengan alasan ia menghargai istrinya itu bak sebutir mutiara. Tetapi justru sebagaimana orang menyimpan mutiara di dalam kotak, demikian pula mereka menyimpan istrinya itu di dalam kurungan.. (h.9).
Sukarno membagi keresahannya sendiri soal pencarian definisi yang pas untuk memerdekakan perempuan Indonesia. Disebutnya pemikiran Henriette Roland Holst yang menguraikan dilema perempuan saat harus memilih peran sebagai ibu atau sebagai pekerja. Bung Karno juga lantang menentang pergerakan feminisme Eropa yang menurutnya, mau menyamaratakan saja perempuan dengan laki-laki (h.11).  Ia pun mendukung gagasan Ki Hadjar Dewantara yang mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak tergesa-gesa meniru cara moderen atau cara Eropa, meski jangan pula terikat oleh rasa konservatif, melainkan mencocokkan segala hal sesuai dengan kodratnya (h.11-12).
Tak lupa, Sukarno juga mengajak pembacanya meninjau posisi perempuan menurut ajaran agama Islam. Saya beragama Islam, saya cinta Islam, tetapi saya bukan ahli fiqih. Bolehlah saya katakan di sini, di dalam masyarakat Islam pun masih ada soal perempuan. Kesan yang saya dapat, sama dengan kesan Frances Woodsmall sesudah beliau mempelajari posisi perempuan di dalam Islam, yakni, soal perempuan adalah justru bagian yang “most debated” (h.14).
Menutup argumennya di bagian awal Sarinah, Bung Karno menegaskan pokok bahasan yang ia kemukakan adalah soal posisi perempuan secara keseluruhan di dalam masyarakat, supaya posisi perempuan di dalam Republik Indonesia bisa ditempatkan sesempurna mungkin.

Kamis, 16 Mei 2013

30 fakta tentang wanita ( cewek boleh baca apalagi komentar

1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih, tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.

2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.

3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang (karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).

4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki, lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain (LOH???) maksudnya wanita lain hihihi...!

5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!(sooo sweetttt)

6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.

7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati, tolak cintanya dengan lembut, jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan, dia akan melakukan apa saja.

8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya, biarkan dia untuk seketika. Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan, cobalah tegur dia perlahan-lahan.

9. Wanita suka meluahkan apa yang mereka rasa . Musik, puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.

10. Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.

11. Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.

12. Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif, misalnya menghubunginya melalui telepon, si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat , tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh menit, semua teman-temannya akan tahu berita tersebut.

13. Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita. Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.

14. Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan . Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.

15. Jika seorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar, tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.


16. Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu, teruskan usahamu untuk memikatnya.

17. Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya. Tanya dia sendiri!!

18. Setelah sorang gadis jatuh cinta, dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.

19. Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati seorang gadis, bacalah buku-buku cinta.

20. Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya, kemudian barulah dirinya sendiri.


21. Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!

22. Satu ucapan saja sudah cukup menceriakan harinya.

23. Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.

24. Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.

25. Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.

26. Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati..

27. Senjata wanita adalah airmata!!

28. Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantis). Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati. Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.

29. Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya. So, kalau mau memikat wanita pandai-pandailah…

30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau hanyalah perasaan dicintai